Monday, October 24, 2011

Alat Untuk Membuat Kue Akar Kelapa dan Putu Mayang

Aku ketemu cetakan ini gak sengaja waktu jalan-jalan ke Pekan Baru. Sama yang jual di kasih tau kalo ini untuk bikin kue akar kelapa. Aku sendiri tertarik karena juga bisa digunakan untuk bikin kue kesukaanku, putu mayang. Dalam satu alat ini dapat 4 kepingan dengan lubang berbeda. Pertama, yang ada satu lubang seperti bintang di tengah, digunakan untuk membuat kue akar kelapa, dua keping lagi yang berlubang banyak, untuk membuat kue putu mayang, ada yang lubangnya kecil-kecil dan ada yang lebih besar, dan yang satu lagi untuk bikin adonan tipis dan lebar aja (gak tau juga ya, buat kue apa..hehehe).

Cara penggunaanya, putar untuk membuka tutupnya, lalu pilih kepingan yang akan digunakan, letakkan di bagian dasar tabung. Isi adonan yang akan di cetak, tutup dengan tutupnya. Nah, setelah itu putarannya tinggal diputar aja. Adonan yang tercetak akan keluar dari bagian bawahnya. Jadi deeeh.....

Cetakan Kue Mangkok


Cetakan kue mangkok ini sangat fungsional sekali. Selain untuk kue mangkok, kalo ibuku dulu juga digunakan untuk bikin kue lumpang (kalo di Jambi namanya itu...hehehe... dan kue tradisional lainnya yang dikukus, atau juga bisa digunakan untuk mencetak puding mungil. Dibuat dari plastik, melamin ataupun porselen. Karena penggunaanya nanti akan di kukus, pastikan cetakan yang digunakan tahan panas dan udah food grade.

Ukuran di pasaran juga macam-macam, ada yang besar, sampe yang kecil imut-imut. O ya, baik itu dari bahan plastik, melamin maupun porselen, hasilnya sama koq. Tinggal sesuaikan sama keinginan dan budgetnya aja.

Thursday, July 21, 2011

Waffle Maker



Aku udah lama banget pengen waffle maker. Sayangnya, waffle maker yang ada dalam kepalaku sepertinya cuma ada ya di dalam kepalaku aja *heehee*. So, pilihanku cuma the next best thing lah. Waffle maker yang murah meriah. Walaupun sempat ragu sama kualitasnya, tapi aku pikir toh harganya juga gak mahal (sekitar Rp. 175. 000.-), jadi aku pun juga gak berharap banyak. Ternyata setelah aku coba, rasanya gak nyesel deh. Waffle yang di hasilkan tetap renyah dan matang merata. Waktu beli, di beri 2 pasang plate. Pertama, untuk bikin waffle dan yang sepasang lagi sandwich toaster segitiga. Kelemahannya, gak ada lampu indikator seperti waffle maker yang aku punya jaman kuliah dulu. Biasanya ada lampu yang berhenti menyala kalo udah matang. Sedangkan yang ini gak ada, cuma berpatokan pada petunjuknya, panggang selama 5 - 7 menit. Jadi ya harus pake timer sendiri kalo gak mau gosong.

Kalo berdasarkan search di internet *halaaaah*, waffle maker ku ini untuk membuat Belgian waffle karena lobangnya dalam. Di pasaran, masih ada lagi waffle maker yang menghasilkan waffle dengan lobang yang gak dalam, dan ada juga yang berbentuk bunga dan hati. Yep, jangan di samakan sama punyaku yang standar abiiiis...hihihihi... o ya, punyaku ini mengkonsumsi listrik 350 watt. Lumayan rendah di banding waffle maker sejenis dari merk yang lain dengan harga yang hampir sama.



Tuesday, June 28, 2011

Cookie Cutter/Cetakan Kue

I love cookie cutters! diantara semua peralatan baking, terus terang aku paling suka sama cookie cutter. Rasanya gak puas kalo ke toko bahan kue atau peralatan dapur tanpa mampir ke bagian cetakan kue. Aku bisa betah berlama-lama mengeksplorasi *cieee* cookie cutternya satu per-satu. Kalo ketemu yang aku blom punya dan bentuknya lucu, waaaah...rasanya hepiiii sekaleee. So, karena rasanya koleksiku ini masih dikit banget, jangan heran kalo nanti di bagian ini fotonya akan aku tambah terus...hihihihihi....

Lihat koleksiku yuuk....

Ada yang besar.... big big cookies.... ada yang kecil.... one bite...hop...hop....

Ada yang bisa nyetak sekali banyak....kaastengels gak harus berbentuk batang terus kaaan....

Princess ngerumpi di taman bunga....di temani kupu-kupu dan tupai yang suka melompat.... why not....

High heels dengan itsy bitsy teenie weenie bikini....waduh mpok...mau kemaneee....

Ada monkey yang lagi senyum hepi, ada telur yang mau pecah.... eiiits... udah helloween kah....??

My childhood memories... Mickey, Hello Kitty, My Melody, Snoopy..... they seems happy together, aren't they??

F for Flower..... B for Bears....Big big bears....small cutey bear.....

Ada nastar....ada kue satu.... kue-kue kesukaanku...!!

Anyway, walaupun aku suka sama cookie cutter yang unik dan lucu bentuknya, tapi aku lebih suka yang pengoperasiannya sederhana aja, yang fungsinya cuma untuk motong doang. Karena gak ribet, mau adonan kuenya tebal atau tipis, gak masalah.

Menurutku, cookie cutter ini gak perlu terbuat dari bahan tertentu. Mau dari plastik, stainless, almunium, atau cooper sekalipun, hasilnya sama aja. Yang penting bentuknya sesuai dengan keinginan. Gak masalah merk-nya apa, buatan dalam negeri ataupun import. Prinsipku untuk cookie cutter justru makin murah, makin baik...*medit.com*...hihihihi...

Saturday, June 18, 2011

Loyang Tanpa Sambungan

Kalo suka bikin cake lembut yang pemanggangannya dengan cara steam-bake (au bain marie), seperti cheesecake atau cotton cake, gak ada salahnya mulai koleksi beberapa loyang tanpa sambungan. Loyang ini dibuat dengan cara di cetak, jadi merupakan satu kesatuan. Tanpa sambungan, artinya tentu saja bebas lubang yang bikin air rendaman merembes ke dalam loyang kue. Harganya memang sedikit lebih mahal dari pada loyang almunium biasa. Tapi terasa lebih tebal dan buatannya lebih baik. Lumayan awet, karena loyang ini gak mudah penyok. Paling cuma baret aja.

Aku sendiri lebih suka pake loyang tanpa sambungan ini, baik untuk bikin cake yang mesti di steam bake, maupun cake yang panggang biasa aja. Kebetulan aku punya loyang yang berbentuk bulat dengan 3 ukuran berbeda dan loyang oval. Sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan baking ku. Hasilnya memuaskan, karena gak ada sambungan di loyang, cake yang di panggang mengeluarkannya lebih gampang (tentu saja tetap harus dioles mentega dan di taburi tepung, kan bukan teflon) permukaan cake pun terlihat lebih mulus.

Wednesday, June 15, 2011

Slow Cooker


Slow cooker ini bermanfaat banget (paling gak, ya buat aku lah...hehehe), bisa bikin makanan berkuah, mulai dari bubur, pot roast, aneka sup, soto, sampe rawon. Ada juga beberapa teman milis yang beli buat bikin makanan baby. Tinggal cemplung semua bahan kedalam mangkuk keramik, pasang alatnya, biarkan beberapa jam, jadi deh makanan yang berkaldu sedaaap... semua karena pemanasan yang rendah, jadi memasak makanan lebih lama. Gak usah khawatir, pemakaian listriknya juga dikit banget, jadi no problem kalo mau dibiarkan memasak semalaman.Link
Tentu saja, tetap harus diperhatikan lama penggunaan dengan bahan yang akan di masak. Misalnya, kalo cuma mau bikin rawon, paling 2 jam udah cukup. Kalo kelamaan, dagingnya bisa hancur. Apalagi kalo masak ikan atau udang, sebaiknya kaldunya udah di buat dulu, baru ikan dan udangnya dimasukkan belakangan. Punyaku ini slow cooker yang termasuk murah. Ada temanku punya yang harganya 3x lipat dari ini. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya. Biasanya perbedaan yang terlihat ada di mangkok keramiknya. Tapi kalo buat aku yang cooking for fun aja, punyaku ini sudah sangat memuaskan koq.

O ya, saranku, dari pada beli yang ukuran mini, lebih baik tetap beli slow cooker yang ukurannya sedang atau besar, supaya lebih banyak manfaatnya. Kecuali kalo memang hanya di gunakan untuk membuat makanan baby saja, baru deh beli yang kecil.

Wheat / Gandum

Di rumahku sekarang lebih sering beli roti yang mengandung wheat/gandum ini daripada roti biasa. Memang, wheat terkenal sebagai bahan makanan yang berserat tinggi. Selain roti (ada yang roti yang tepungnya terbuat dari wheat semua, ada yang di campur dengan terigu sebagian), bisa juga di gunakan untuk membuat kue, bubur dan yang pernah aku coba, untuk campuran adonan kulit pie. Cukup kurangi beberapa persen jumlah tepung, ganti dengan wheat...ta da! jadi deh makanan dengan jumlah serat yang lebih baik.

Mixed Fruits


Mixed fruits atau buah campur ini jadi bahan utama buat bikin fruit cake. Berbeda dengan sukade yang kering, mixed fruit biasanya lebih lembab karena dibuat dengan campuran air gula. Buah-buahan yang sering di gunakan dalam campuran mixed fruits diantaranya, manisan cherry, golden raisins, kulit jeruk, currants, nenas dan masih banyak lagi macamnya. Beda merk, beda pula campuran dan komposisinya.

Lemon Squeezer/ Perasan Jeruk

Berbeda dengan lemon zester yang fungsinya untuk mengambil kulit jeruk, lemon squeezer ini fungsinya untuk memeras sari jeruknya. Bentuknya banyak, tapi yang bikin mudah di kenali ya bentuk kubah perseginya yang memang udah identik banget dengan pemeras jeruk. Apapun desainnya, biasanya gak akan jauh dari bentuk kubah persegi itu. Innovasi nya paling di tambah penampung air jeruknya, saringan biji-nya atau dari bahan apa di buat. Ada yang dari plastik, kaca, silikon, porselen dan ada juga dari stainless. Hummm....dulu waktu jaman masih mahasiswi desain produk, sering banget ngebahas desain lemon squeezer-nya Philippe Stark yang fenomenal, sempat pengeeeeennnn banget. Tapi setelah punya hobi baking, malah gak pengen lagi. Lebih suka alat yang bisa di gunakan tanpa beban kalo rusak...hahahaha... kalo punyaku ini cukup simple. Tinggal di tusuk ke bagian tengah jeruk yang telah dibelah, tingal diputar-putar supaya jus nya keluar. Karena gak ada penyaring nya, kalo aku pengen air jeruk yang bebas ampas, ya harus digunakan di atas saringan terpisah.

Sunday, April 10, 2011

Cetakan Roti Jala


Sebenarnya cetakan roti jala itu sederhana aja. Teknisnya, hanya butuh lubang tempat adonan keluar dan diputar-putar diatas wajan. Bisa pake kaleng susu atau plastik yang di lubangi (cara ini pernah di terapkan Ibuku dulu...hehehe). Kalo cetakan khususnya, ya seperti sebelah kanan foto diatas. Tinggal di isi , langsung arahkan keatas wajan, maka adonannya akan mengalir dari lubang-lubang di bawahnya. Tapi yang aku suka cetakan yang di sebelah kiri, karena setelah diisi adonan, aku gak perlu ngebut keatas wajan, karena adonan gak akan tumpah sebelum kita tumpahkan sendiri. Kalo adonan gak habis, tinggal di letakkan di atas meja. Beda banget sama yang sebelah kanan, harus cepat di letakkan kembali ke baskom atau adonan akan tumpah kemana-mana.

Kalo mau bikin roti jala sendiri, main aja ke blog temanku yang lucu, mom Elly, di sana ada resepnya. So far, aku makan roti jala lagi, ya buatan mom Elly ini kalo lagi ada acara kumpul-kumpul. Enak dan lembut.

Selain dari plastik, cetakan roti jala ada juga yang terbuat dari almunium. Fungsinya sama aja, punyaku dari plastik, karena emang lebih murah...hahahahaha....

Loyang Bongkar Pasang / Springform Pan

Loyang bongkar pasang (bongpas/bopang) atau springform pan, sangat membantu sekali kalo mau bikin cake yang termasuk kategori sensi, seperti cheesecake atau mousse cake. Saat cake sudah set, tinggal di buka bagian kuncinya (apa ya tepatnya? engsel?? hahaha), maka pinggiran loyang akan melebar, terpisah dari alasnya dan dengan mudah terlepas dari cakenya. Aku juga pake loyang ini untuk bikin Tiramisu, bagian pinggirnya aku susun lady fingers dan di tengahnya baru aku tuang adonan tiramisunya. Setelah set, bisa langsung di lepas. Walaupun begitu, tetap harus hati-hati saat melepasnya supaya kue gak hancur atau patah.

Loyang tipe ini ada yang di buat dari almunium, dan ada juga yang berlapiskan teflon anti lengket. Aku sendiri punya beberapa loyang bongpas ini. Yang paling sering aku gunakan ya loyang sebelah kanan atas. Memang terbuat dari almunium, jadi harus aku oles mentega dan di taburi tepung sebelum di gunakan. Tapi aku suka banget karena terdiri dari ukuran kecil (paling besar 20cm). Aku belinya dulu di Manila, saat aku ultah ke 30 tahun *ehem*. Sempat nyesel juga beli karena ternyata lebih menarik yang berlapis teflon (niat amat ya, ngisi koper sama loyang...*hehe*), tapi sekarang aku bersyukur, karena ukuran ke-3 nya, pas untuk ovenku yang memang gak begitu besar. Kalo mau bikin cake yang lebih besar, ya aku pake yang teflon sebelah kiri atas (tapi tetap gak lebih dari 24 cm, ovennya gak muat soalnya...hehehe).Selain bisa di beli satuan, ada juga yang di jual per-set (3 ukuran). Sesuaikan aja dengan kue yang akan di buat, dan yang paling penting, harus sesuai dengan ukuran oven juga. Sekarang, bentuk loyangnya gak cuma bulat, udah tersedia macam-macam loyang bongkar pasang ini, ada yang kotak, bunga, hati dan ada juga loyang tulbannya. O ya, saat di gunakan, walaupun memakai loyang bongpas teflon, bagian bawahnya selalu aku lapisi dengan kertas baking, karena pinggirannya bisa di lepas, alas loyang suka "nempel" sama cakenya, kalo di lapis kertas, lebih mudah melepasnya.

Wednesday, April 6, 2011

Kuas


Buat ngoles kue ataupun roti, akan jauh lebih mudah dengan menggunakan kuas yang nama trendnya pastry brush. Selain itu, aku juga menggunakan kuas untuk mengoles loyang dengan mentega supaya gak lengket. Sebelum membeli kuas, biasanya yang jadi pertimbanganku rambut kuasnya. Aku kapok beli kuas biasa yang rambut kuasnya justru nempel di roti nya, nambah kerjaan banget ngambilinnya satu per satu. So, my favorite is kuas silikon. Selain gak perlu mikirin rambut kuasnya, juga tahan panas. Jadi kalo aku mau ngolesin saus ke ayam yang di keluarkan dari oven, bisa langsung dioles dengan kuasnya dan di jamin rambutnya gak akan keriting kena panas seperti kuas plastik.

Untuk mengoles kue mungil seperti kastengel dengan telur, aku menggunakan kuas lukis biasa yang ukurannya kecil (sayang waktu aku foto kuas, si kuas mungil gak ketemu). Gak masalah gak tahan panas, karena toh di oleskan sebelum di masukkan ke oven. Tapi tentu aja, selalu aku coba dulu kuasnya diatas kertas tissue putih sebelum digunakan. Tujuannya, ya untuk memastikan gak ada rambut kuas yang rontok.

O ya, satu lagi kelebihan kuas yang tahan panas, gampang banget buat di bersihkan. Cukup di rendam di air panas, adonan yang lengket akan lepas sendiri, baru deh di bersihkan seperti biasa.

Kitchen Thermometer

Kitchen thermometer, buatku juga termasuk kategori so-so. Gak banyak resep yang aku bikin mengharuskan aku menggunakan thermometer. Aku sendiri iseng beli waktu punya rencana (yeah...rencana doang..) nyoba bikin selai sendiri. Kenyataannya, aku cuma pake satu kali, itupun karena iseng doang waktu manggang ayam kretek, thermometernya aku tusuk ke atas ayam, cuma hanya karena aku pengen ngeliat cara kerja thermometernya..hehehe...

Sebenarnya, kalo memang di butuhkan, manfaatnya banyak juga, untuk mengukur suhu syrup gula, juga untuk mengukur kematangan daging, terutama daging yang di panggang besar dan tebal seperti roast beef atau kalkun. Berbeda dengan thermometer untuk oven yang bisa di gantungkan di pintu oven, bahkan ada yang bisa di letakkan di dalam oven, thermometer punyaku ini cukup di tusukkan ke bahan yang akan di ukur suhunya (bagian ujungnya dibikin lancip supaya lebih mudah) ataupun di celupkan ke dalam cairan. Tentu saja, tipe ini gak bisa di masukkan kedalam oven (ya iyalah, di buat dari bahan plastik...hehehe).

Kitchen Tong / Penjepit


Mungkin banyak yang gak pernah pake penjepit seperti ini di dapurnya. Tapi percaya deh, alat ini membantu banget. Makin sering di gunakan, makin banyak fungsinya. Mulai dari menata hidangan, sampe menyusun kue. Apalagi buat masak-masak yang urusannya sama minyak panas, penjepit jadi penyelamat. Kalo aku yang tukang masak amatiran, sangat terbantu dengan penjepit ini untuk menggoreng segala sesuatu yang mengundang percikan minyak. Seperti ikan, ayam atau udang...dengan penjepit, aku bisa memasukkan bahan mentah kedalam wajan dengan santai, satu persatu, tanpa perlu menerapkan tehnik lempar n' lari seperti yang biasa aku lakukan..ehem..

Di samping itu, juga untuk mengecek kematangan tanpa perlu mengangkat minyaknya dan lebih aman untuk membolak-balik juga. Walaupun fungsinya banyak (maklum, aku paling malas pegang bahan masakan pake tangan), tapi aku hanya punya satu ini. Udah cukup. Setelah sering di pake, aku jadi tau kalo penjepit sebaiknya beli yang tahan panas, boleh yang berlapis silikon seperti ini, atau yang semuanya terbuat dari stainless (kecuali gagangnya). Walaupun mungkin nanti tidak digunakan untuk memasak yang panas-panas, tapi gak ada ruginya beli yang tahan panas. Jangan lupa juga, cari yang ada penguncinya, supaya penjepitnya gak kebuka teruuus...

Lemon Zester

Kalo suka bikin cake yang ada lemon-nya, pasti deh suka menambahkan parutan kulit lemon ke dalam adonannya. Nah, lemon zester ini, fungsinya untuk memarut kulit lemon. Well gak hanya lemon sih, bisa juga buat orange ataupun jeruk nipis. Mestinya namanya Citrus Zester kali ya... Hum..sepertinya istilah memarut juga kurang pas, karena kulit lemon juga bisa di parut dengan parutan biasa ataupun parutan khusus kulit lemon (yang nanti akan ada posting sendiri tentang parutan). Mungkin tepatnya untuk "mengeruk" kulit lemon..hehehe..maksa banget...

Aku lumayan suka pake lemon zester ini, tapi gak sering. Aku lebih suka pake parutan aja. Cara menggunakannya, cukup di gesekkan bagian yang berlubang ke bagian kulit lemon yang sudah di cuci bersih-bersih *its a must!*, dapat deh bagian kuning kulit lemon yang siap di gunakan. Makin cepat digesekkannya, hasil kulit lemonnya akan berupa serutan pendek, kalo di gunakan perlahan, hasil serutannya akan panjang-panjang. Tapi, kalo mau kulit lemon yang halus, sebaiknya gunakan parutan biasa saja, asalkan di perhatikan supaya gak kebawa bagian putihnya agar tidak pahit.

Friday, April 1, 2011

Mikser

Kalo udah serius suka bikin kue, harus segera di pertimbangkan buat punya mikser. Kecualli kalo memang menikmati ngocok adonan pake whisk sampe gempor...hehehe...Gak perlu beli yang langsung besar dan mahal, yang biasa aja cukup. Udah bisa ngocok telor untuk aneka cake. Kalo aku, pertama punya mikser sendiri, aku beli mikser murah meriah (aku lupa merknya, kalo gak salah harganya waktu itu dibawah 100 ribu), yang akhirnya sukses aku bikin gosong n' mati mendadak tapi sudah sempat bikin beberapa kue. Trus aku beli mikser Philips Cucina, yang udah nemanin aku selama hampir 4 tahun. Memang, aku beli tipe yang ada stand-nya, tapi sejak beli cuma waktu nyoba pertama aku pake stand, selanjutnya, aku jadiin hand mikser aja. Waktu aku coba, kalo ngocok pake stand, rasanya kurang puas, sepertinya bagian bawahnya kurang kena, jadi aku lebih suka miksenya di pegang aja supaya puas muter-muter keliling baskom. Sementara standnya mangkal di gudang. Sejauh ini, cukup memuaskan, hampir semua kue di blog ku bikinnya pake mikser ini.

Trus, karena dulu aku sering bolak balik ke Jambi, di rumah Jambi aku beli mikser lumayan murah juga, mikser Miyako. Karena udah pengalaman sama standing yang gak kepake, aku cuma beli miksernya doang. Karena aku paksa kerja rodi, mikser Miyako pertamaku konslet dengan suksenya. Akhirnya aku beli satu lagi, dan so far, masih oke aja, yaah, masa pake nya juga baru setahun lebih. gak tau deh nantinya. Trus, aku juga pake mikser heavy duty Kitchen Aid yang aku beli sama my dear friend mom Elly. Pertama kali pengen punya gara-gara bikin donat cape' ngulennya. Cara kerjanya memuaskan sekali kalo buat home baker seperti aku. Untuk ngocok telur atau mentega, kerjanya cepat banget. Aneka hook yang di berikan, benar-benar bermanfaat untuk fungsinya masing-masing. Selain itu, pertimbanganku waktu beli, watt-nya lebih kecil di bandingkan mixer sejenis dari merk lain.

So...apa donk favorite ku?? tetap aku suka hand mikser...hehehe... karena ringan dan penyimpanannya gampang. Saking sukanya, aku sampe beli hand mikser Philips satu lagi karena sekarang aku lebih sering di Jambi. Kali ini aku beli tanpa stand nya, lumayan lebih murah dikit. Kalo heavy duty, ngangkatnya aja udah berat. Apalagi, kadang aku ngocok telur gak banyak, terlalu sedikit kalo pake mikser heavy duty, jadi whisknya gak nyampe ke bawah. Paling yang perlu di perhatikan saat memakai mikser tipe dan merk apapun, kalo miksernya terasa panas, berhenti saja sebentar, baru lanjut lagi. No problem.

Nah, cuma itu deh yang bisa aku ceritain soal mikser. Aku pake contoh mikser yang aku miliki soalnya banyak banget mikser dengan merk dan tipe yang berbeda di pasaran. Aku juga gak tau kelebihan dan kekurangan mikser yang ada selain punyaku yang sudah pernah aku gunakan sendiri...hehehe....

Pastry Mat


Duuh...susah deh kalo mau ngomong pastry mat yang satu ini. Bisa jadi fungsinya baik tapi memang tipe yang aku beli ini kurang bagus, atau memang gak perlu sama sekali. Aku beli ini iseng aja waktu ke Singapore sama Papaku. Pertama, yang bikin aku tertarik, karena ada ukuran-ukuran kulit pie yang aku perlukan yang sesuai dengan ukuran loyang (waktu itu aku lagi fase suka nge-pie) dan bisa juga di pake buat bikin ukuran fondant. Di bagian pinggirnya, juga ada ukuran seperti penggaris yang bisa aku gunakan kalo pengen bikin pola lattice (anyaman) di atas pie. Sesuai dengan apa yang tertera di boxnya.

Tapi pada kenyataannya, untuk membuat pie, aku justru lebih sering pake loyang pienya untuk ukuran kulit pie yang aku butuhkan. Setelah adonan digilas, cukup aku letakkan loyang pie dalam posisi terbalik keatasnya, trus potong deh sekelilingnya dengan pisau, tinggal lebihkan sedikit dari ukuran loyang. Beres n' gak ribet. Lha, kalo pake pastry mat ini, aku justru kesulitan karena aku suka banget beli loyang pie yang ukurannya macam-macam. Belum lagi kalo ada tipe yang bergelombang. Di kotaknya juga tertulis bisa digunakan untuk alas menggilas adonan supaya gak lengket. Setelah aku coba, tetap lengket, kecuali aku taburi tepung banyak-banyak. Which is sama aja kalo aku gilas langsung di atas marmer, mana mat-nya malah jalan kemana-mana. Bikin ribet. So...yah...mungkin aku aja....*sniffff*


Ice Cream Scoop


Pernah gak ngerasa beli scoop es krim tapi gak pernah di pake? karena pada akhirnya langsung aja ngambil es krim pake sendok biasa?? aku juga suka gitu. Kalo udah ngeliat es krim, saking semangatnya, udah gak sempat lagi mikinin scoop, langsung samber aja pake sendok makan..hehehehe... Sebenarmya, gak perlu nyesel punya ice cream scoop sendiri. Ice cream scoop, jangan di lihat sebagai sendok es krim aja. Banyak lho fungsi lainnya. Contohnya bisa buat membagi adonan cookies, atau untuk mambagi adonan cupcakes atau muffin ke dalam loyangnya.

Sekarang, tipenya macam-macam, ada yang polos, ada yang pake pendorong, dan ada yang menggunakan silikon supaya bisa di tekan dari belakang saat melepas es krim (contohnya ice cream scoopku yang biru di kanan bawah). Yep, masalah utama dari ice cream scoop itu, ya kadang es krimnya justru gak mau dilepas dari sendoknya. Kalo penjual es krim, biasanya pake yang biasa aja, es krimnya tetap bisa lepas dengan mudah, ini karena scoopnya selalu di celupkan ke air suhu ruang dulu sesaat sebelum di gunakan.

Kalo yang bulatannya lebih kecil itu, aku beli buat nyetak cookies yang ukurannya gak terlalu besar. Tapi karena aku suka gak sabaran, aku lebih sering bikin giant cookies pake yang ukuran biasa...bikinnya cepat dan yang makan puas...hehehehe...

Thursday, March 31, 2011

Pastry Wheel



Pastry wheel ada yang bergelombang dan ada yang polos. Kalo yang polos tajam, sering juga di sebut Pizza wheel, karena memang digunakan untuk memotong pizza. Memang, memotong pastry dan memotong pizza, bisa saja menggunakan pisau biasa. Tapi menggunakan pastry wheel, pekerjaannya jadi lebih mudah. Bentuknya yang seperti roda, tinggal di jalankan saja di atas adonan pastry, maka pastry akan langsung terpotong.

Aku suka menggunakan pastry wheel kalo lagi iseng bikin pola diatas pie. Aku juga pernah pake yang bergerigi untuk motong kue bawang, jadinya lucu, pinggirannya jadi bergelombang. Walaupun penggunaannya simple, saat digunakan tetap harus berhati-hati. Selain lumayan tajam, aku pernah ngebut aja ngerolling waktu mau motong adonan, hasilnya, potongannya miring kemana-mana...hehehe....

Dough Cutter, Pastry Scraper


Karena alat ini emang multi-fungsi, namanya pun macam-macam. Ada yang bilang dough cutter/pastry cutter, ada juga yang bilang pastry scraper/dough scrapper. Nah, kedua nama itu, sesuai banget sama kegunaannya...ya untuk meng-"cut" dan meng-"scrap" adonan. Bentuknya yang tipis seperti pisau (yang gak tajam), bisa di gunakan untuk memotong adonan. Misalnya membagi adonan untuk donat, roti atau adonan pizza yang ingin di buat dengan ukuran atau berat yang sama.

Fungsi lainnya bisa juga untuk mengangkat dan membersihkan sisa adonan. Kalo gak punya pastry blender, alat ini juga bisa di gunakan untuk mencampur tepung dengan mentega. Gak harus tebuat dari stainless, ada juga yang dari plastik atau kombinasi kedua bahan tersebut. Keduanya sama saja, mungkin yang bikin beda hanya ketajamannya (which is gak terlalu ngaruh kalo sekadar motong dough doang). Kadang, alat ini juga aku gunakan untuk meratakan buttercream di pinggiran cake.